Menjadi publisher Google Adsense adalah
salah satu cara menghasilkan uang dari blog/ website, ya itu adalah
berita yang sebenarnya sudah lama terdengar, tapi tidaklah semua orang
mengerti tentang bisnis ini. Sudah sejak dulu banyak blogger yang sukses
mendulang uang dari blog mereka, bahkan ada blogger yang bisa
menghasilkan uang miliaran rupiah per bulan hanya dari kegiatan
blogging. Yup, Anda tidak salah baca, miliaran rupiah per bulan. kami
tidak ingin membahas siapa blogger sukses tersebut atau besar-kecilnya
earning menjadi publisher Adsense, tapi ingin berbagi opini tentang
Adsense dan kaitannya dengan bisnis online.
Satu kali kami pernah membaca sebuah artikel di sebuah blog lokal, di mana pemilik blog tersebut sering meng-klaim dirinya sebagai Business Coach (mentor bisnis). Di dalam artikel tersebut, si mentor tersebut menyebutkan bahwa sebenarnya menjadi publisher Google Adsense itu tidak bisa disebut sebagai seorang pebisnis karena ‘bermain’ PPC (pay per click) bukanlah bisnis yang sebenarnya, publisher Adsense tidak menjual apapun, tidak ada SOP yang jelas, dan Google Adsense bisa membanned akun publisher kapan saja. Apakah benar demikian?
Untuk menghindari adu argumen, tapi lebih
ingin memberikan pandangan kami tentang Google Adsense dan hubungannya
kepada para publisher-nya. Menurut kami, para publisher Google Adsense
sudah masuk dalam kategori pebisnis. Mengapa kami katakan demikian?
Berikut ulasannya.
1. Sebenarnya Apa Definisi Bisnis Itu Sendiri?
Mari kita bahas mulai dari definisi
bisnis itu sendiri. Menurut beberapa artikel yang kami baca (termasuk
Wikipedia), “bisnis itu adalah suatu organisasi yang menjual barang atau
jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata
dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas,
ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan
pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.” Baca selengkapnya di Wikipedia.
Di Wikipedia disebutkan bahwa bisnis itu
adalah kegiatan/ pekerjaan (business) yang dilakukan oleh individu,
komunitas, atau masyarakat, yang bisa mendatangkan keuntungan. Nah
sekarang, mari kita lihat hubungan publisher dengan Google Adsense,
apakah benar menjadi publisher Adsense itu menguntungkan? Oh jelas
menguntungkan, hobi menulis dan menghasilkan uang dari blog tentu saja
sangat menguntungkan. Saya yakin tidak akan ada yang mau menjadi
publisher Google Adsense kalau tidak ada untungnya, buat apa coba? Dari
poin pertama ini saja sebenarnya kita sudah bisa menyimpulkan bahwa
publisher Google Adsense itu sebenarnya pebisnis, mereka mendapatkan
keuntungan dari blog mereka. Tapi mari kita bahas ke point berikutnya.
2. Publisher Adsense Tidak Menjual Apapun!
Iklan Google Adsense di website/blog
publisher biasanya muncul berdasarkan kata kunci atau topik yang sesuai
dengan konten web/blog. Memang, proses munculnya iklan Adsense di blog
kita bukan hasil negosiasi kita dengan pihak pengiklan, tapi sistem dari
Google yang membuatnya muncul secara otomatis.
Proses bid iklan Adsense hanya diketahui
oleh pihak Google Adsense dan Advertiser, dan advertiser dengan bid
tertinggilah yang berpeluang lebih besar iklannya muncul lebih banyak di
blog publisher (sesuai dengan niche-nya). Jadi, proses ini (bid) memang
tidak melibatkan publisher. Mungkin ini alasan si mentor mengatakan
bahwa publisher Google Adsense tidak menjual apa-apa, tidak seperti
pemilik ecommerce yang menjual produk.
Pada saat mendaftar menjadi publisher,
kita tidak akan langsung disetujui oleh Google Adsense. Ada proses
review terhadap website/blog kita, apakah blog tersebut layak atau
sudah memenuhi persyaratan menjadi publisher. Tentunya hanya blog/website yang dianggap potensial, punya kualitas, dan berdampak baik ke
advertiser lah yang akan diterima menjadi publisher.
Artinya apa? Itu berarti blog/web yang
diterima menjadi publisher adalah blog yang bermanfaat dan memiliki
nilai jual. Publisher memang tidak menjual space iklannya ke advertiser,
tapi publisher kerjasama bagi hasil dengan Google Adsense dengan
mendapat pembagian hasil sebesar 68% dari besar bid iklan per klik.
Apakah kerjasama bagi hasil keuntungan bisa disebut bisnis? Tentu saja!
3. ‘Bermain’ Google Adsense Tidak Ada SOP Yang Jelas!
Pada poin ini sebenarnya saya agak
bingung, yang dimaksud si mentor adalah SOP (standard operational
procedure) dari sisi si pemilik blog/website atau dari sisi Google
Adsense sendiri, atau keduanya. Kalau dari sisi Google Adsense-nya
sendiri tentu sudah jelas mereka punya standar operasional, kalau dari
sisi si blogger tentunya itu kembali ke tujuan melakukan kegiatan
blogging ya.
Mungkin saja si mentor beranggapan bahwa
sebuah bisnis itu haruslah punya standard operational procedure yang
jelas dan tertulis seperti bisnis-bisnis besar yang sudah mapan. Tapi
tentu saja tidak semua bisnis bisa ‘dipukul rata’ seperti itu. Misalnya,
tukang sayur keliling. Apakah menjual sayur itu bisa disebut berbisnis,
ya tentu saja itu bisnis. Tapi apakah penjual sayur punya SOP yang
jelas dan tertulis? Pasti mereka tidak punya. Ok, janganlah tukang
sayur, bagaimana dengan pedagang di pasar, apakah mereka punya SOP yang
tertulis dengan jelas? Pasti tidak. Apakah mereka bisa disebut
pengusaha? Tentu saja, mereka menghasilkan uang banyak dari berdagang.
Bagaimana dengan blogger, apakah blogger
atau pemilik blog punya SOP? Tentunya kita tidak bisa pukul rata karena
ada blogger yang berjiwa bisnis dan ada blogger matre tanpa perduli
kualitas. Blogger yang memiliki jiwa bisnis dan punya pandangan ke depan
pasti menerapkan aturan dan standar saat membangun blog mereka.
Walaupun mungkin tidak tertulis, tapi mereka punya standar kualitas
untuk blog yang dibangun.
4. Banned akun Google Adsense Bisa Terjadi Kapan Saja
Di dalam artikel tersebut si mentor
menyebutkan bahwa publisher tidak bisa mengendalikan arah bisnis
(blogging) mereka karena Google Adsense bisa membanned akun mereka kapan
saja. Itulah alasan lain mengapa dia mengatakan bahwa menjadi publisher
Google Adsense itu bukanlah seorang pebisnis karena selalu merasa
ketakukan akan dibanned akunnya. Menurut saya ini sebuah pernyataan yang
keliru karena sebenarnya pihak Google Adsense tidak mungkin membanned
publisher mereka sembarangan tanpa ada sebab.
Kami berasumsi si mentor ini kemungkinan
besar pernah menjadi publisher Google Adsense, namun akunnya dibanned
dan dia tidak tahu alasan yang jelas kenapa akunnya dibanned. Kalau
memang kasusnya seperti itu, bisa disimpulkan bahwa si mentor ini masih
‘menyimpan rasa’ (rasa marah) kepada Google Adsense sehingga dia
mengatakan bahwa publisher Google Adsense bukanlah pebisnis dan tidak
menyarankannya untuk make money online.
Kasus banned Adsense memang bisa terjadi
kapan saja, BILA konten Anda melanggar ToS, BILA Anda mengarahkan orang
lain untuk klik iklan, atau BILA publisher melanggar salah satu TOS yang
sudah ditetapkan sebelumnya. Jadi memang aturan menjadi publisher
Adsense sudah dijelaskan sejak awal, silahkan baca kebijakan Google
Adsense. Ya kalau melanggar TOS dengan bermain dengan trik-trik licik
berarti harus siap dengan konsekuensinya dong. Sama halnya bila Anda
berbisnis ecommerce, misalnya menjual Smartphone iPhone6, lalu ketika
ada pembeli via online malah mengirim sabun batangan. Ya pasti hancur
bisnis Anda.
Kesimpulan:
Apapun kegiatan/ profesi yang kita
kerjakan, selama itu tidak merugikan orang lain dan memberikan
keuntungan bagi kita, maka itu pantas disebut bisnis atau pekerjaan.
Beberapa orang menganggap menjadi pengepul sampah itu bukanlah bisnis
atau pekerjaan, tapi bagi beberapa orang profesi ini adalah sesuatu yang
menguntungkan. Bahkan pengepul sampah dalam skala besar bisa
menghasilkan omzet miliaran rupiah per bulan. Jadi, walaupun Business
Coach tersebut mengatakan bahwa publisher Adsense itu bukanlah pebisnis,
menurut saya publisher Google Adsense itu adalah pebisnis, yes mereka
itu pebisnis online! Semoga artikel ini bermanfaat.
EmoticonEmoticon